ternyata beras bulog itu?

Yadi H | 22 Januari 2018 07:40:02 | Berita Lokal | 69 Kali

untuk ke akuratan berita bisa langsung ke web resmi kompas di http://www.kompas.com atau langsung pada topik berita http://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/22/060300226/soal-kualitas-beras-ini-kata-dirut-bulog#page1 disarankan baca sampai selesai agar tidak ada kesalah pahaman.

CIREBON, KOMPAS.com - Pihak Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyadari selama ini masyarakat memandang kualitas komoditi dari mereka di bawah rata-rata dari yang beredar di pasaran. Sebut saja dalam hal beras, jika dikeluarkan oleh Bulog, sudah jadi hal umum bahwa orang akan menilai kualitas berasnya tidak sebagus dari pihak lain.
 
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan, pihaknya akan fokus mengubah pandangan tersebut dengan sejumlah upaya, terutama dalam hal penanganan beras. Upaya yang akan ditempuh, di antaranya memperbaiki kemasan serta melakukan re-proses dalam rangka mempercantik tampilan beras.
 
"Saat komoditi disimpan, usianya akan menua dan kualitasnya menurun. Agar mengembalikan kualitas, harus melakukan re-proses," kata Djarot saat menghadiri Media Gathering Perum Bulog di Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, Selasa (16/1/2018) lalu.
 
Djarot mengatakan, beras yang disimpan di gudang Bulog ada yang memiliki derajat sosoh 95 persen, artinya beras tersebut masih dilindungi oleh bekatul. Bekatul adalah serbuk halus atau tepung yang diperoleh setelah padi ditumbuk dan kulit padi dipisahkan dari bulirnya.
 
Seiring dengan berjalannya waktu, bekatul akan rontok lalu terlihat seperti debu. Sehingga, butuh re-proses dengan mesin supaya beras bisa dipoles ulang dan tampilannya jadi lebih baik.
 
"Debu bukan debu jalanan ya. Juga bukan soal bahaya atau tidak dikonsumsi, ini soal tampilan, tapi berasnya layak konsumsi," tutur Djarot.
 
Selain soal debu, ada juga yang namanya beras sayur, yakni beras dengan kadar air di atas 15 persen. Karakteristik beras ini memiliki tampilan yang bagus, warnanya menarik, wangi, dan enak saat dimasak.
 
Namun, kondisi itu hanya terjadi beberapa minggu pertama saja. Setelahnya, beras sayur akan menguning dan terlihat seperti tidak sebersih beras-beras lain yang berwarna putih.
 
"Supaya lebih bagus, kami mixing dengan beras yang warnanya lebih bagus, sehingga kuningnya menurun agak keputihan. Bukan untuk memanipulasi masyarakat," ujar Djarot.
 
Baik beras dengan bekatul dan beras sayur dijamin Djarot tetap sehat berdasarkan hasil uji laboratorium. Djarot turut memastikan pihaknya menambah mesin-mesin untuk mendukung tahapan re-proses, meningkatkan kapasitas infrastruktur, juga memaksimalkan gudang-gudang mereka sebanyak 1.550 unit di seluruh Indonesia.
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Informasi COVID-19 Kabupaten Bandung

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI ..... !!!

Aparatur Desa

Wilayah Desa

Sinergi Program

Kabupaten Bandung
Portal Desa
Kecamatan Nagreg
posyandu
tribun jabar
Nagreg Kendan
Nagreg

Agenda

Belum ada agenda

Info Media Sosial

Komentar Terkini

Peta Desa

Lokasi Kantor Desa


Alamat : Jl. Raya Andir No.82 Km.42 Desa Ciaro
Desa : Ciaro
Kecamatan : Nagreg
Kabupaten : Bandung
Kodepos : 40397
Telepon : 0262 2830978
Email : desaciaro@yahoo.co.id

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung